Penyusunan Manajemen Risiko dan Identifikasi Risiko Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak

Pontianak - Penyusunan manajemen risiko dan identifikasi risiko Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak pada tanggal 03 November 2021 di Ruang Rapat Kepala Dinas berjalan lancar. Rapat dibuka oleh Ibu K.E Ananta Utami, ST, MT, MA selaku Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak.

Risiko adalah kemungkinan kejadian yang mengancam capaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Dalam melakukan identifikasi risiko, terdapat 2 (dua) risiko yang harus diidentifikasi, yaitu Risiko Strategis OPD dan Risiko Operasional OPD. Setelah mengidentifikasikan risiko, peserta rapat melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan skala risiko atas risiko yang teridentifikasi. Skala risiko didapat dari penilaian yang terdiri dari penilaian dampak dan kemungkinan risiko. Penyusunan manajemen risiko dan identifikasi risiko dilakukan pada akhir tahun 2021 untuk kegiatan tahun anggaran 2022.

Dalam pengidentifikasian risiko, untuk risiko strategis OPD pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak teridentifikasi berjumlah 3 (tiga) risiko, yang terdiri dari:

  1. Belum tercapainya peningkatan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) Permukiman yang baik
  2. Tumbuhnya kawasan kumuh baru diluar yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota tentang Kawasan Kumuh dan Kawasan Permukiman Kumuh
  3. Tidak tercapainya kesepakatan untuk pembayaran ganti rugi

Kesimpulan Hasil Focus Group Discussion (FGD) yaitu Skala Risiko pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak atas Risiko Strategis dan Risiko Operasional berada pada Tingkat Sedang, dimana pada tingkatan ini merupakan risiko yang tidak dapat diterima atau dibutuhkan Penanganan Selanjutnya.

Untuk menangani risiko tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pontianak Menyusun Rencana Tindak Pengendalian untuk diimplementasikan pada tahun anggaran 2022 agar risiko yang ada dapat segera diinventarisir dan ditindaklanjuti.